Kamis, 25 Agustus 2016





CARA MENGATASI OBESITAS PADA ANAK DAN ORANG DEWASA.

Dewasa ini banyak kita lihat dan dengar orang di sekitar kita terjadi pertumbuhan anak yang tidak biasa atau terjadinya kegemukan yang berlebih.
Terlalu sedikit berolahraga, konsumsi fast food atau makanan terlalu banyak sebagian besar dari kita tahu inilah penyebab dari obesitas. Penyebab obesitas sangatlah kompleks seperti faktor genetik, biologis, perilaku dan budaya. Pada dasarnya, obesitas terjadi ketika seseorang makan lebih banyak kalori daripada kalori yang mampu dibakar oleh tubuh. Jika salah satu orangtua gemuk, 50 persen kemungkinan bahwa anak-anak mereka juga akan gemuk. 
Namun, bila kedua orangtua gemuk, anak-anak memiliki peluang 80 persen menjadi obesitas. Meskipun gangguan medis tertentu dapat menyebabkan obesitas, kurang dari 1 persen dari semua obesitas disebabkan oleh masalah fisik. Jumlah tidur anak Anda mungkin akan sama pentingnya, menurut studi dalam Archives of Disease in Childhood. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang tidur kurang dari jumlah yang disarankan pada usia 2 tahun lebih cenderung menjadi gemuk pada usia 7 tahun.



Berikut penyebab kegemukan atau obesitas pada anak :
  • Pola makan yang buruk
  • Makan atau ngemil terlalu banyak
  • Kurangnya olahraga
  • Riwayat keluarga mengidap obesitas
  • Penyakit medis (endokrin, masalah-masalah neurologis)
  • Obat (steroid, beberapa obat psikiatris)
  • Stress atas suatu kejadian atau perubahan (perpisahan, perceraian, pindah lingkungan, kematian, pelecehan)
  • Masalah dengan keluarga atau teman
  • Rasa rendah diri
  • Depresi atau masalah emosional lainnya
  • Resiko yang dapat diakibatkan obesitas pada anak-anak meliputi :
  • Peningkatan risiko penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Masalah Pernapasan
  • Masalah Tidur
Anak serta remaja yang mengalami obesitas juga memiliki masalah emaosional yang lebih tinggi. Remaja dengan masalah berat badan cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah dan minder dengan teman sebaya mereka.Selain itu perasaan depresi, kecemasan, dan gangguan obsesif kompulsif juga dapat terjadi.


Bagaimana menangani masalah obesitas pada anak..?
Obesitas anak-anak memerlukan evaluasi medis menyeluruh oleh dokter anak atau keluarga untuk mempertimbangkan kemungkinan penyebab fisik. Dengan tidak adanya gangguan fisik, satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi jumlah kalori yang dimakan dan untuk meningkatkan aktivitas fisik seperti olahraga dll. Tentu saja ini hanya bisa terjadi ketika ada motivasi diri dari anak maupun orangtua. Karena obesitas sering mempengaruhi lebih dari satu anggota keluarga, membuat makan sehat dan olahraga teratur aktivitas keluarga dapat meningkatkan kemungkinan berhasil untuk mengendalikan berat badan anak atau remaja.


Cara untuk mengatasi obesitas pada anak-anak dan remaja mencakup :
Membuat Program untuk mengendalikan berat badan
Merubah kebiasaan makan (makan perlahan-lahan, yang nantinya secara rutin)
Mengontrol pola makan serta menyeleksi makanan yang akan dikonsumsi (mengurangi makan makanan berlemak, hindari junk food dan fastfood)
Kontrol porsi dan mengkonsumsi sedikit kalori
Meningkatkan aktivitas fisik (terutama berjalan) dan merubah gaya hidup lebih aktif
Makan bersama keluarga, bukan sambil menonton televisi atau di depan komputer
Tidak memberikan makanan sebagai hadiah

Batasi ngemil
Obesitas sering menjadi masalah seumur hidup. Remaja yang mengalami obesitas harus belajar untuk makan makanan sehat dan menikmati pola makan sehat dalam jumlah moderat dan berolahraga secara teratur untuk menjaga berat badan yang diinginkan. Orang tua dari seorang anak dapat membangun kepercayaan diri anak-anak mereka dengan menekankan kepada anak tentang kualitas hidup daripada hanya berfokus pada masalah berat badan mereka.


RUMUS BERAT BADAN IDEAL ANAK BALITA : 
Berat Badan Ideal pada bayi atau balita dapat dihitung dimana sesuaikan juga jenis kelamin, anak laki-laki dan perempuan berbeda. Menurut WHO yang disebut berat badan ideal untuk usia 3 bulan adalah yang masuk dalam range 5,1 kg - 8,0 kg dan untuk anak 3 tahun adalah 11,4 kg - 18 kg.


CARA MENGHITUNG BERAT BAYI IDEAL : 
  1. untuk anak dibawah 12 bulan : BBI = (n : 2) + 4 atau (umur (bln) : 2 ) + 4 
  2. untuk anak 1-10 thn : BBI = (2 x n) + 8 atau (2 x umur (thn)) + 8
TAPI HATI HATI JIKA MENGHITUNG BERAT BADAN IDEAL BALITA, SEPERTI CONTOH : 


Anak balita usia 2 tahun 10 bulan, 
berarti ditulis dengan n = 2,10 dan 
selanjutnya dikali dengan 2 (sebagaimana rumus 2n) 
jadi hasilnya adalah 4,20.


Hasil ini jangan langsung ditambah dengan 8, 
karena 4,20 diartikan 4 tahun 20 bulan,
20 bulan artinya 1 tahun 8 bulan, jadi 4 + 1,8 = 5.8
4,20 berubah menjadi 5,8, baru kemudian ditambah dengan 8. 
Maka Berat badan Idealnya adalah 13,8 kg.



Bagaimana menangani masalah obesitas pada orang dewasa..?




Apa Yang Terjadi Ketika Mengalami Obesitas
Mungkin terutama untuk para Pria sering mendapat komentar “Kamu terlal kurus deh, coba lebih gemuk, kelihatannya lebih sehat, makmur, dan subur.” Bahkan cukup banyak orang memiliki pandangan bahwa kegemukan dapat meningkatkan gengsi seseorang. Sekarang pertanyaannya apakah kegemukan itu adalah teman yang dapat meningkatkan gengsi atau sebagai musuh kita?


Jika Anda mengalami obesitas, Anda pasti merasakan berbagai gangguan dalam aktivitas sehari-hari atau kurang lincah, mengalami gangguan pernafasan dan sesak nafas meskipun melakukan aktivitas ringan, dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.
Pada umumnya, obesitas dapat memperberat penyakit dengan beberapa cara :

  1. Perubahan metabolisme: peningkatan lemak menyebabkan sel lemak membesar dan menghasilkan sejumlah zat kimia yang dapat meningkatkan risiko untuk mendapatkan penyakit.
  2. Meningkatnya berat badan: menyebabkan gangguan struktur tubuh yang mengakibatkan kerusakan sel dan penyakit.
  3. Sel lemak yang berbahaya: lemak yang terdistribusi pada daerah perut dan bahagian atas dari tubuh menyebabkan risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lemak yang tersebar disekitar paha dan panggul.
  4. Risiko penyakit yang dihadapi oleh orang yang mengalami obesitas, yaitu:
    • Penyakit jantung dan stroke 
    • Obesitas memiliki risiko hampir tiga kali untuk menderita penyakit jantung dibandingkan dengan berat badan normal. Meningkatnya lemak pada daerah perut mempengaruhi kekakuan pembuluh darah arteri utama yang memberikan darah ke organ-organ tubuh.
    • Tekanan darah tinggi
    • Hipertensi dapat disebabkan faktor genetik, demografi dan biologi. Namun, berdasarkan berbagai penelitian, melaporkan bahwa penurunan berat badan bermanfaat untuk mengurangi tekanan darah. Tekanan darah tinggi disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak.
    • Gagal Jantung
    • Obesitas menyebabkan tingginya beban kerja pada jantung yang harus memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh. Gagal jantung terjadi tidak berarti jantung berhenti bekerja, tetapi tenaga pompa jantung menjadi lemah daripada normal. Gejala gagal jantung, yaitu: Kongesti Paru, penderita memiliki nafas yang pendek saat olahraga atau kesulitan bernafas pada saat istirahat atau berbaring di tempat tidur, hal ini juga dapat menyebabkan batuk kering dan keras atau bunyi sesak nafas; Retensi Cairan, dimana terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkai dan perut; Pusing, keletihan dan kelemahan yang disebabkan kurangnya darah ke otak.
    • Gangguan Lemak Darah
    • Kelebihan lemak di darah membuat tekanan darah meningkat, dan sangat berbahaya kalau pembuluh darah yang mensuplai darah ke otot jantung atau ke otak terganggu bahkan sama sekali tidak berfungsi yang dapat menyebabkan stroke dan kematian otot jantung.
    • Diabetes tipe 2
    • Penderita diabetes tipe 2 tidak dapat dipungkiri ternyata banyak mengidap pada penderita. Penyakit ini memiliki kelainan berupa ketidakmampuan menggunakan insulin di dalam metabolisme glukosa sehingga menimbulkan ketidakmampuan untuk menyerap gula yang diperoleh dalam makanan yang seharusnya gula tersebut dirubah menjadi energi.
    • Kanker
    • Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker dalam hubungannya dengan kadar hormon yang tinggi, sehingga dapat merangsang pertumbuhan sel yang berlebihan. Beberapa ahli percaya bahwa control berat badan dapat mengurangi risiko kanker sebesar 30-40%.
    • Osteoartristis
    • Obesitas menyebabkan risiko osteoarthritis terutama pada sendi lutut karena menahan beban yang terlalu berat sehingga cairan sendi pada lutut bisa cepat berkurang yang menyebabkan ujung tulang saling bergesekan sehingga menimbulkan rasa nyeri. Untuk stadium lanjut, bisa terjadi perlekatan antara ujung tulang, sehingga kaki tidak lagi mampu menopang tubuh dan penderita harus duduk di kursi roda.


Mengetahui Berat Badan Ideal Dan Kebutuhan Kalori :
Sebelum melakukan perencanaan dalam mencapai berat badan ideal, tentunya kita perlu terlebih dahulu mengetahui berat badan ideal kita dan kebutuhan kalori yang kita perlukan per hari (24 jam). 
Kebutuhan Kalori Basal / KKB (Kalori yang Anda butuhkan untuk kegiatan sehari-hari) dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
Pria = [66,47 + (13.75 x BB) + (5 x TB)] – (6.76 x U)
Wanita = [655,2 + (9.56 x BB) + (1.7 x TB)] – (4.77 x U)
Keterangan:
BB = Berat Badan (kg)
TB = Tinggi Badan (cm)
U   = Umur (tahun)
Dengan perhitungan KKB di atas, dapat membantu Anda untuk menentukan makanan yang tepat dan patut dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan kalori Anda sehingga Anda dapat mencapai berat badan yang ideal baik bagi yang kelebihan maupun kekurangan berat badan. Selain itu, ada 2 cara sederhana menghitung berat badan ideal :
Cara 1: Menggunakan rumus Brocca.
BB ideal = (TB – 100) – (0.1 x (TB – 100))
Cara 2: Menggunakan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT).
IMT = Berat Badan [kg] / (Tinggi Badan [m] x Tinggi Badan [m]

Hasil perhitungan IMT ideal pada pria dan wanita:
IMT Pria      IMT Wanita              Hasil
14 - 18            13 - 17               Terlalu kurus
20 - 25            19 - 24                     Ideal
28 - 33            26 - 31                 Obesitas
Untuk IMT yang lebih besar dari nilai ideal, maka anda perlu mengontrol jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Secara umum dapat digunakan hitungan ekivalensi 8000 kalori setara dengan 1kg berat badan manusia. 
Sehingga apabila Anda ingin mengurangi berat badan Anda sebanyak ½ kg per minggu ini mengartikan tiap hari Anda harus mengurangi sekitar 572 kalori/hari dari jumlah kalori yang anda butuhkan. Kelihatannya sulit, namun apabila Anda mengerti strateginya, maka hal ini sebenarnya mudah kita lakukan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar